Untuk apa kita bekerja

Berawal dari obrolan ringan di bus dengan beberapa teman mengenai masa depan perusahaan yang semakin tidak menentu, ngalor ngidul membayangkan kalau di PHK, malah keterusan cari kisah2 orang yang di PHK. Ketemu blog ini
http://berbagiceritabersamamunaji.blogspot.com/2008/11/di-phk.html?m=1
Isinya sederhana, tentang Mas Munaji yang di PHK sepihak, tapi alhamdulillah segera mendapatkan pekerjaan. Ada 3 hal yang patut dicatat bahwa:
1. Niat bekerja adalah keikhlasan untuk mencukupi kebutuhan anak dan istri, serta menghindarkan diri dari meminta-minta, tidak lebih dari itu. Bukan untuk nafsu karir, nafsu lebih dari yang lain, atau keinginan personal lainnya.
2. Musibah atau nasib buruk adalah batu loncatan buat kita, dan menjadi bukti bahwa kita adalah hamba yang sabar dan bersyukur
3. Yakinlah kepada Alloh, bahwa kesusahan yang kita alami akan digabti dengan kegembiraan yang lebih baik dari apa yang kita inginkan.
Jadi tetaplah berusaha dan berdoa dengan sungguh2. Tetap optimis

Iklan

Tentang andynulis

Andy Hartono, seorang muslim yang terlahir pada tahun 1982, di Kediri, Jawa Timur. Setelah menamatkan SD dan SMP di kota kelahirannya, ia merantau ke Bekasi dan Semarang hingga mendapatkan sebuah gelar "Sarjana Teknik". Pernah bekerja di perusahaan elektronik di Bekasi, kemudian berlanjut di sebuah pabrik semen hingga saat ini. Di pabrik semen inilah, takdir Alloh mempertemukannya dengan seorang perempuan bernama Desi Devyawati yang saat ini menjadi istrinya dan dikaruaniai 2 orang anak laki2. Bekerja di bidang listrik-instrumentasi, justru memperkenalkannya dengan RCA dan RCM yang merupakan titik awal ketertarikannya dalam dunia asset management. Meskipun saat menulis profil ini dia malah bergabung ke proyek konstruksi, tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap mendalami bidang ini. Karena dalam bidang ini, dia merasa bisa mengaktualisasikan dirinya untuk membuat suatu konsep, memimpin suatu perbaikan, dan menjembatani proses perubahan. Slogan hidupnya adalah "Menuju Hidup Bahagia dan Manfaat", dengan memegang prinsip bahwa "Kebahagiaan hanyalah ditangan Alloh, dan tidak bisa diperoleh kecuali dengan ketaatan kepada Alloh" tentunya dengan pemahaman generasi terbaik terdahulu.
Pos ini dipublikasikan di Inspirasi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s